Minggu, 01 Juni 2014

Tulisan Rinduku Untukmu

             Kini memang aku dan kamu sudah tak bersama. Aku tak pernah tau kabarmu lagi, begitupun dirimu yang tak tau kabarku. Empat tahun terakhir waktu memisahkan kita. Aku sibuk dengan duniaku dan kamu juga begitu. Selama ini aku memang tak pernah merasa kehilangan dirimu,
aku merasa baik-baik saja tanpa kamu. Aku masih saja bisa tertawa bersama teman-teman baruku. Masih bisa melakukan hal-hal menyenangkan tanpa kehadiranmu. Dan aku rasa kamupun begitu, kamu terlihat bahagia dengan lingkungan dan teman-teman barumu. Jurang pemisah semakin nyata ketika kita tak sepaham lagi, ketika aku dan kamu sudah merasa tak nyaman ketika jalan bersama, obrolan kita pun sudah tak menarik lagi. Hal-hal indah yang biasa kita lakukan berdua kini terasa membosankan.

             Sampai suatu hari aku bermimpi tentang kamu, tentang kebersamaan kita dulu. Mimpi itu seolah membangkitkan kenangan lama yang tak pernah ku sentuh selama ini. Mimpi itu mengingatkanku akan banyak hal. Bagaimana biasanya aku dan kamu menghabiskan waktu bersama. Bercerita tentang banyak hal yang buat kita menarik. Kenangan itu membuntuti hari-hariku belakangan ini. Menciptakan rinduku untukmu yang sempat aku lupakan bagaimana rasanya. Membuatku ingin memgulang lagi persahabatan indah kita. Keegoisan telah mengalahkan kita, membuat kita saling menjauh dan saling tak mengenal tanpa sebab. Sahabat betapa aku merindukanmu, meski aku punya banyak teman baru tapi tak ada yang bisa memahami aku layaknya dirimu.

             Ketika aku mulai merindukanmu dan semua tentangmu, aku mencoba mencari tau keberadaanmu. Kamu telah pindah dari rumah lamamu membuatku kehilangan akses untuk menemukanmu. Ku hubungi semua teman-teman lama kita. Ku cari dirimu di sosial media. Seminggu berlalu, tak ada hasil yang terlihat, aku hampir putus asa. Aku hanya bisa menangis menahan rinduku padamu, kerinduan seorang sahabat yang telah lama tak bertemu. Ku minta pada-Nya untuk menyampaikan salam rinduku pada sahabat terbaikku yang selama 4th ini terabai olehku. Tiba-tiba aku menemukan salah satu ID sosial mediamu, Tuhan seolah mengabulkan munajatku. Tanpa menunggu lama ku telusuri sosial mediamu. Ku cari nomor teleponmu.... ahaaa ketemu betapa bahagianya hatiku.

             Ku hubungi dirimu tapi suara seorang lelaki di seberang sana, sepertinya aku mengenal suara ini. Suara yang tidak terlalu asing bagiku. Otakku mulai berputar mengingat sang pemilik suara. Mas Adit !!! Ya... itu suara Mas Adit teriakku dalam hati histeris. Aku langsung mecerca Mas Adit dengan pertanyaan-pertanyaanku.Ku tanyakan keberadaanmu, bagaimana kabarmu sekarang. Mas Adit hanya diam di seberang sana, seolah tak ingin bercerita tentangmu kepadaku. Aku mulai gusar dan penasaran, rindu dalam hati memaksaku untuk tau bagaimana kabarmu.


             Tuhan seolah memberi tanda padaku lewat mimpi itu. Tuhan juga sedang menguji ketabahanku. Ketika aku mulai ingat semua kenangan persahabatan kita, dan ketika rindu ini begitu menggebu untukmu. Kita kini terpisah oleh jarak, ruang, dan waktu.. Kita telah benar-benar terpisah sekarang. Hanya bisa bertemu lewat mimpi, itupun jika kamu mau datang ke mimpi sahabatmu yang telah melupakanmu ini. Tuhan lebih sayang padamu, hingga tak mengizinkanku untuk melihat senyummu lagi. Apapun keputusan-Nya, aku yakin itu yang terbaik untukmu teman. Meskipun sampai saat ini aku masih tak percaya kamu pergi untuk selamanya. Jika saja aku masih di sampingmu 4th lalu, pasti ku pilihkan lelaki yang tak akan membuat dirimu seperti ini. Hingga kamu harus pergi dengan jagoan kecilmu ke pangkuan Tuhan.. Sahabat, semoga engkau tenang disana, Tuhan dan malaikat-malaikat-Nya pasti akan menjaga mu dan jagoanmu. Aku hanya bisa mendoakanmu dari sini. Ingatlah sahabat, kamu akan selalu dapat tempat terindah di hatiku. Miss you.

                                                                          
"Datanglah ke mimpiku sahabat ketika aku mulai menangis merindukanmu"



Depok, 1 Juni 2014



10 komentar:

  1. Yang diharapkan datang cuma sahabat aja nih? Mantan enggak gitu? :3

    BalasHapus
  2. mantan kan masih idup :D

    BalasHapus
  3. kemudian ngeplay lagu yang liriknya gini: "rinduuu... rinduuu serinduu rinduuunyaaa~"

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiaahhh ga segitunya juga kaleeee

      Hapus
  4. ini lo alami sendiri? nyesek banget yaa emang kalo udah ditinggal pergi sahabat apalagi untuk selama-lamanya. disini lo kelihatan banget rindunya, saking rindunya sama sahabat lo bahkan kebawa sampek mimipi.

    oh iyaa kata-kata lo juga keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyesek abis pas tau kabar itu
      nyesel juga udah psah 4 th.an :(

      Hapus
  5. Ah jadi rindu seseorang juga yg srg ku sebut Ayah, udh mau 2thn ga ketemu. Smg tenang disana, Ayah. :')

    BalasHapus
  6. Yah sahabat, kirain mantan :D

    Eh semoga arwahnya tenang di alam sana ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiaahhhh emang kenapa kalo sahabat :D

      Amin :)

      Hapus