"Never mind i'll find someone like you"
Suara indah Adele menggema di telingaku. Lagu itu tiba-tiba membawa fikiranku jauh menerawang pada kenangan tentang seseorang yang jauh disana. Seseorang yang dulu ada dihati. Seseorang yang hampir berucap janji sehidup semati di depan para saksi. Ah... sudahlah,
kenangan yang telah dikubur tak perlu di gali kembali. Logikaku tak mau lagi memikirkannya tapi hatiku seolah terbawa suasana sendu lagu Adele.
"I remmeber you said. Sometimes it last in love but sometimes it hurt instead"
Deg. Ada rasa nyeri yang menjalar dalam tubuhku. Adele seolah tau cinta berakhir menyakitkan untukku. Lelaki yang kucinta, lelaki yang kupertahankan 4 tahun lamanya menyakitiku. Membuatku bingung dan linglung. Ini tak adil bagiku. Lelakiku yang telah ku temani melalui suka dan duka harus menyakitiku seperti ini. Pernah aku menyalahkan Tuhan. Pernah aku mengutuk takdir tapi semua itu tak mampu merubah keadaan. Lelakiku tetap tak kembali.
Lelakiku?. Apa aku masih pantas menyebutnya lelakiku?. Mulutku selalu saja latah menyebutnya "lelakiku". Lelaki seperti apa yang tega menyakiti hati wanitanya hingga harus mengeluarkan air mata.
Lelakiku kini telah menjadi imam wanita lain. Huufftt.... nafasku sesak harus menerima kenyataan ini. Oksigen disekitarku menipis. Mataku terasa panas ingin mengeluarkan laharnya. Aku benci percaya pada takdir. Kenapa Tuhan? Kenapa hubungan yang akan kami halalkan harus berakhir menyakitkan?. Apa.... apa aku tak pantas mendampingi lelakiku Tuhan?
Aku kira hanya aku yang sangat menyayangimu. Aku kira hanya aku yang peduli padamu. Tapi aku salah, salah besar. Ternyata ada wanita lain diluar sana yang lebih menyayangimu daripada aku, yang selama ini diam-diam memperhatikanmu.
Bukan.... dia bukan wanita penggoda lelakiku. Dia hanya salah mengartikan kebaikan lelakiku. Lelakiku memang selalu baik pada semua orang. Ahhh benarkah? Entahlah. Wanita itu hanya terjebak dalam perasaan hatinya. Hingga dia tak tau harus bagaimana keluar dari jebakan perasaannya. Maka timbulah rasa ingin memiliki seutuhnya.
Aku marah padanya. Mencaci maki dirinya. Mengeluarkan sumpah serapah untuknya. Tapi.... dia hanya diam, tertunduk dan menangis. Sumpah serapah dan cacianku tak bisa mengubah takdir jika lelakiku harus menjadi lelakinya. Kekecewaan dan air mataku tak bisa membawa lelakiku kembali.
Lelakiku telah menjadi lelakinya.....
Lelakiku telah menjadi lelakinya.....
Lelakiku telah menjadi lelakinya.....
Lelakiku telah ku ikhlaskan wanita lain. Nafasku memburu mengingat hal itu. Hatiku nyeri tak tertahankan. Tuhan.... ikhlaskan hati ini menerima cobaanMu. Ikhlaskan hati ini melihat mereka bersama.
Kuhapus air mataku. Ku patut diriku didepan cermin. Bayanganku tersenyum penuh keyakinan.
"2 tahun aku hidup dalam bayang-bayangmu Mas. Masih belum terima kamu dengan yang lain meski kamu telah bahagia disana. Tapi hari ini aku mantapkan hatiku memulai kehidupan baru"
Di sampingku telah berdiri seorang lelaki yang tak sepertimu. Karna aku tak pernah menemukan lelaki sepertimu. Tapi aku menemukan lelaki yang lebih baik darimu.
Lelaki ini yang akan membimbingku dan keluarga kecilku menuju Surga-Nya. Yang akan menjadi pelipur lara dan sumber kebahagiaanku sekarang. Aku hanya meminta pada Tuhan yang menurutku terbaik namun Tuhan memilihkanku yang luar biasa. Terimakasih Tuhan untuk cobaan dan hadiah atas keikhlasanku.


Lagi galau dengerin lagu galau, makin menjadi galaunya mbak
BalasHapusOia salam kenal ya mbak :)
ini fiksi kok :D
Hapusakibat dengerin lagu adele jadi nulis kaya gini
Iya salam kenal juga
Nah gitu dong, harus ikhlas. tapi gue sendiri belum tentu bisa ikhlas kalau gue ada di posisi cewe itu :')
BalasHapushehe sama aku juga :D
Hapuseh tapi jangan sampe deh kita ngalamin kaya gitu :)